Judul Artikel : Kasihanilah, Engkau Akan Dikasihi-Nya - Jangan Asal!
Link Artikel : Kasihanilah, Engkau Akan Dikasihi-Nya - Jangan Asal!
Kasihanilah, Engkau Akan Dikasihi-Nya - Jangan Asal!

Namun, jika hal demikian tentu bukan hal yang sulit. Selain rasa kasih itu tertanam dalam hati, mutlak harus dilaksanakan dalam wijud nyata. Hal inilah yang perlu mendapat perhatian penting dan sekaligus ancaman dari Allah. Wah, berbahaya sekali bukan. Jadi, sifat pengasih selain mendapat pahala bagi yang mengerjakan, predikat pendosa pun berlaku bagi yang tidak mengamalkan bahkan diancam. Bagaimana bisa tak mau mengasihi mendapat ancaman dari Allah? Simak ulasan berikut.
Kasih Sayang, Harus!
Besarnya keutamaan kasih sayang tak perlu diragukan lagi. Di samping akan mengundang rahmat dan kasih sayang Allah, sifat mulia ini juga merupakan induk dari budi pekerti. Karena timbulnya budi pekerti adalah dari hal ini.
Wujud nyata dari kasih sayang adalah dengan berbuat baik kepada sesama mahluk Allah. Tak sebatas dengan manusia saja. Beberapa orang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah Saw
"Apakah mengasihi binatang itu ada pahalanya?" Beliau menjawab, "Kepada setiap uang hidup ada pahalanya."(Riwayat Bukhari)
Tentu hal ini tak sekedar diucapkan Rasulullah sebagai pemanis lidah belaka. Terbukti, Rasulullah adalah contoh terbaik dalam hal kasih sayang kepada sesama. Sejarah kemajuan Islam, sebagiannya adalah karena ahlak Rasulullah yang terpuji dan memiliki belas kasih. Bahkan, pada awalnya terdapat musuh Islam yang paling keras dan kejam, akhirnya karena budi pekerti Beliau yang mulia musuh pun menjadi sahabat. Bahkan menjadi pelindung dan pemegang kekuatan besar Islam. Seperti Umar, Khalid bin Walid dan sahabat Rasul lainnya.
Allah berfirman dalam QS. At Taubah {9}:128

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Kasih Sayang Tak Berarti "Boleh"
Maksud boleh di sini adalah dengan model kasih sayang membuat yang dilarang jadi boleh. Di masyarakat kita dikenal dengan kasih sayang yang berujung kepada syahwat berlainan jenis. Mereka saling menumpahkan "kasih sayang" mereka sebagai wujud nyata saling mencintai. Tentu bukan rahmat Allah yang didapat, melainkan godaan syetan yang menjerumuskan ke jurang kesesatan. Naudzubillahi min dzalik
Sebagian memaknainya dengan sikap diam, acuh terhadap penyimpangan yang terjadi di sekitarnya oleh teman atau karib kerabatnya. Diam dengan dalih kasih sayang. Ia enggan menasehati atau malah membiarkan saja orang-orang terdekatnya bergelimang dosa. Sebenarnya yang ada dalam jiwanya adalah sikap pengecut yang tidak mau dan berani menegur terhadap kebenaran syariah Islam yang ia ketahui.
Tak jarang orang yang justru keliru mengamalkan guyuran nikmat dari Allah yang berujung kepada kemaksiatan dan perbuatan dosa. Kenikmatan tersebut sebenarnya adalah hempasan angin segar yang ditiup-tiupkan iblis ke telinga hingga merasuk hati. Jadilah mereka seperti kaum terdahulu yang dimusnahkan Allah. Kenikmatan yang sedang menaunginya tak lain merupakan pengulur-uluran dari Allah sebaimana dalam QS. Al An'am {6}:44

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
Nikmat yang semula membawa ketenangan, kesenangan dan ketentraman hati berubah menjadi petaka yang siap diterimanya.
Jika sudah demikian banyaklah mengingat Allah agar Allah senantiasa memberikan petunjuknya. Jangan sampai kita bersikap sombong dan acuh, tak mau memberi kasih sayang kepada sesama mahluk ciptaan-Nya.
Wallahu a'lam bish showab.***
Demikianlah Artikel Kasihanilah, Engkau Akan Dikasihi-Nya - Jangan Asal!
Sekian artikel Kasihanilah, Engkau Akan Dikasihi-Nya - Jangan Asal! kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Kasihanilah, Engkau Akan Dikasihi-Nya - Jangan Asal! dengan alamat link https://doadanfiqih.blogspot.com/2010/06/kasihanilah-engkau-akan-dikasihi-nya.html
0 komentar:
Posting Komentar